Simak! Ini 2 Rahasia Panjang Umur dari Wanita Tertua di Dunia

Seorang wanita bernama Maria Branyas Morera yang saat ini berusia 116 tahun. (Twitter @MariaBranyas112)

Tak banyak orang yang bisa hidup sampai melebihi usia 100 tahun. Di antara orang panjang umur yang berhasil hidup melebihi usia 100 tahun adalah seorang wanita bernama Maria Branyas Morera yang saat ini berusia 116 tahun.

Maria berasal dari Catalonia dan masih dalam kondisi sehat. Ia lahir di San Fransisco, Amerika Serikat pada 4 Maret 1907.

Menurut Guinness World Records, Branyas Morera dijuluki nenek super karena telah bertahan selama pandemi flu Spanyol 1918, Perang Dunia, dan Perang Saudara Spanyol. Dia juga selamat dari serangan COVID-19 hanya beberapa minggu setelah ulang tahunnya yang ke 113 tahun.

Mengutip Live Science, Branyas Morera mengaitkan umur panjangnya dengan beberapa hal, yakni mulai dari menikmati alam dan pergaulan yang baik hingga menjauhi diri dari orang-orang yang toksik.

Meski demikian, selain dari faktor-faktor di atas, akhirnya Morera sadar bahwa umur panjangnya itu karena keberuntungan dan genetika yang baik.

Branyas Morera adalah seorang supercentenarian, yakni seseorang yang berusia 110 tahun atau lebih. Hanya sekitar 30 orang di seluruh dunia yang dapat mengklaim gelar ini, artinya hanya 1 dari 871.600 orang yang mencapai tonggak sejarah ini, menurut Studi Centenarian New England.

Orang-orang seperti Branyas Morera dapat membantu para ilmuwan lebih memahami apa yang membuat sebagian orang hidup begitu lama. Apakah umur panjang mereka hanya keberuntungan, atau karena gen yang baik dan faktor lainnya?

Faktor Gen

Gen jelas berperan dalam umur panjang. Anak-anak dan saudara kandung dari centenarian cenderung hidup lebih lama dari rata-rata, menurut Medline, sebuah layanan dari National Library of Medicine. Sebuah studi tahun 2016 di jurnal Aging menemukan bahwa gen yang terkait dengan fungsi kekebalan dan perbaikan sel lebih aktif pada orang yang sangat tua ini.

Secara umum, para ilmuwan memperkirakan bahwa sekitar 25% masa hidup ditentukan oleh genetika. Selama beberapa dekade, Dr. Annibale Puca, seorang profesor genetika di Universitas Salerno di Italia, telah mencoba menjawab pertanyaan tersebut.

Pada tahun 2011, Puca menemukan gen manusia yang disebut BPIFB4 yang menghentikan penuaan kardiovaskular dan bahkan membalikkan beberapa aspek penuaan saat dimasukkan ke tikus.

Dalam sebuah makalah tahun 2015 di jurnal Circulation Research, Puca dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa versi tertentu dari BPIFB4 dikaitkan dengan umur panjang yang luar biasa dalam kelompok centenarian.

Faktor lingkungan terkait dengan umur panjang

Selain gen manusia yang memengaruhi umur panjang, faktor lingkungan juga berperan. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa hal-hal seperti bersikap optimis, menjalani pola makan sehat, dan tidak merokok terkait dengan umur yang lebih panjang.

Sebelum Branyas Morera menyandang gelar orang tertua di dunia, seorang biarawati Prancis bernama Suster André, adalah orang tertua yang meninggal dunia pada usia 118 tahun. Banyak biarawati Katolik berumur panjang dan menjadi centenarian dan bahkan supercentenarian.

Beberapa tahun lalu, antropolog Anna Corwin, penulis “Embracing Age: How Catholic Nuns Became Model of Living Well (Rutgers University Press, 2021)”, menghabiskan waktu di sebuah biara di Midwest, untuk mewawancarai para biarawati yang tinggal di sana.

“Mereka dapat hidup begitu lama bukan karena menjalani hidup sebagai biarawati, melainkan jenis praktik budaya yang mereka lakukan,” kata Corwin, seorang profesor spiritualitas dan antropologi wanita di California Institute of Integral Studies di San Francisco, kepada Live Science.

Secara umum, para biarawati menjalani kehidupan yang penuh makna serta berada dalam komunitas yang erat dan suportif.

Para biarawati juga cenderung menolak stigma seputar penuaan. Corwin mengatakan mereka aktif melakukan kegiatan berdoa dan bersosialisasi hingga usia lanjut. Dan mereka tidak serta merta menganggap diri mereka tua.

Corwin menyimpulkan bahwa biarawati itu menemukan kepuasan dan makna hidup dengan membantu orang lain. Mereka juga memandang dirinya memiliki otonomi dan hak pilihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*