Produk Investasi ini Jadi Pilihan Tepat Saat Suku Bunga Naik

Syailendra Capital

Tren kenaikan suku bunga menjadi momok menakutkan bagi sebagian kalangan investor. Pasalnya, kenaikan suku bunga dapat berdampak pada kelas aset yang memiliki risiko tinggi, seperti saham. Terakhir, Bank Indonesia (BI) telah mengumumkan suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate mencapai 5,75% YoY pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2023.

Kebijakan ini dilakukan demi mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, serta mengendalikan inflasi impor dan mitigasi dampak perlambatan dari masih kuatnya dolar AS dan ketidakpastian pasar keuangan global. Dengan tren suku bunga yang diperkirakan masih akan berlanjut di tahun 2023, hal ini membuat para investor perlu hati-hati dalam memilih instrumen investasi.

Lalu, instrumen investasi apa yang cocok dipilih di tengah tren kenaikan suku bunga? Dikutip dari Market Insight, investment report yang dirilis oleh tim Syailendra Capital, secara historis di tahun 2013, ketika suku bunga BI meningkat 175 bps, Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) menghasilkan kinerja sebesar +4.8% (vs. Saham -3.7% & Obligasi -4.5%). Begitu juga di tahun 2018, ketika suku bunga BI meningkat sebesar 175 bps, RDPU kembali menghasilkan kinerja terbaik yaitu +4.2% (vs. Saham -3.7% & Obligasi -2.2%).

Produk RDPU merupakan salah satu pilihan instrumen yang tepat. Alasannya, karena kenaikan suku bunga biasanya akan diikuti oleh meningkatnya bunga deposito yang merupakan underlying asset dari RDPU.

Selain itu, tingkat yield untuk obligasi di bawah 1 tahun juga bisa meningkat, sehingga mampu menaikkan kinerja reksa dana yang memiliki alokasi aset ke obligasi tersebut.

Produk RDPU menghasilkan potensi imbal hasil yang bisa bersaing dengan imbal hasil deposito dan memiliki tingkat likuiditas yang relatif lebih tinggi.

Adapun Syailendra Dana Kas (SDK) milik Syailendra Capital bisa jadi pilihan produk RDPU Anda. Dengan SDK, Anda bisa memenuhi kebutuhan uang tunai dalam waktu yang singkat karena likuiditas yang mudah dicairkan dengan tingkat risiko yang terukur.

“SDK fokus berinvestasi pada instrumen pasar uang, deposito berjangka, atau obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. SDK memberikan alternatif investasi dengan likuiditas tinggi dan kinerja menarik,” ungkap Syailendra dikutip dari akun Instagram @reksadana.syailendra, Selasa (16/1/2023).

Lebih lanjut, SDK juga bisa menjadi alternatif investasi yang tepat sebagai tempat dana parkir sementara ketika belum bisa menentukan tujuan investasi. Selain itu, SDK bisa menjadi tempat menyimpan dana darurat agar tidak tercampur dengan dana operasional sehari-hari dan tempat menabung untuk target jangka pendek.

Dengan kinerjanya yang baik tersebut, total dana masyarakat yang berinvestasi di produk Syailendra Dana Kas bahkan kini sudah mencapai Rp 5 Triliun.

Bagi investor pemula yang tertarik dengan SDK, produk ini tersedia di berbagai Aplikasi FinTech seperti YO! Inves, Bareksa, Ajaib, Pluang, Saya Kaya, Tanamduit, Fundtastic, Kelola, Cermati, Invesnow, Buka Investasi Bersama, Xdana.

Selain itu, produk ini juga tersedia di berbagai Bank (Bank BNI, Bank QNB), sekuritas (Mandiri Sekuritas, IPOT Sekuritas, Trimegah Sekuritas, Mirae Asset Sekuritas, Mega Capital Sekuritas, Phillip Sekuritas, MNC Sekuritas), bahkan marketplace (Tokopedia dan Bukalapak)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*