Kebiasaan Merokok Vape Disebut Sebabkan Kulit Gen Z Menua Lebih Cepat

Kenaikan cukai hasil tembakau juga berlaku untuk rokok elektrik atau vape.(SHUTTERSTOCK/eldar nurkovic
Kenaikan cukai hasil tembakau juga berlaku untuk rokok elektrik atau vape.(SHUTTERSTOCK/eldar nurkovic

Meski masih menjadi kontroversi, rokok elektrik disebut memiliki pengaruh yang tidak kalah buruk dari rokok biasa dalam hal kesehatan.

Yang terbaru, rokok elektrik juga dituduh sebagai penyebab wajah Gen Z menua dengan cepat, sekaligus menjadi penyebab kulit mereka menjadi sangat pucat.

Kelompok yang lahir 1997-2012 dewasa bersamaan dengan popularitas rokok elektrik, vape, alternatif merokok yang aman dan bebas bau.

CDC AS menyatakan bahwa rokok elektrik paling populer di kalangan orang dewasa berusia 18-24 tahun.

Generasi Z dan milenial (usia 18-44) sering mengonsumsi rokok elektrik dan tradisional, sedangkan yang berusia 45+ lebih memilih rokok biasa.

Rokok jangka panjang berdampak mematikan, termasuk kanker. Rokok juga menyebabkan bau mulut, gigi kuning, dan kerutan kulit.

Vape yang dijual sebagai alat bantu menghilangkan kecanduan nikotin memiliki kandungan bahan kimia berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit pernafasan.

Sekarang, vape juga dikatakan menjadi penyebab mengapa Gen Z kulitnya “menua seperti susu,” menurut ahli kulit yang berbicara kepada Daily Mail.

Kerusakan kulit oleh bahan kimia

Dr. Bav Shergill: Vaping menarik karena desainnya yang bebas asap, tapi nikotin dalamnya tetap merusak elastisitas kulit.

“Ya, ada hal-hal tertentu dalam asap rokok yang dapat merusak kulit. Tapi nikotin tanpa asap sekalipun adalah masalah besar, ini obat adiktif berdampak buruk pada kulit,” kata Shergill kepada Daily Mail.

“Nikotin adalah bahan aktif yang dikaitkan dengan segala jenis masalah kulit, seperti jerawat, psoriasis, dan bruntusan,” lanjut Shergill.

Kerusakan kulit oleh bahan kimia beracun memicu peradangan kronis dan memperburuk psoriasis.

“Saat tubuh kita mulai meradang, suplai darah mulai meningkat, sehingga kulit menjadi bercak dan merah,” kata Shergill.

“Orang yang banyak mengonsumsi nikotin memiliki sel kulit yang sangat rusak dan penuaan terjadi lebih cepat dikarenakan merokok.”

Merokok dan vaping dapat membatasi aliran darah ke kulit seiring waktu yang diperlukan untuk memperbaiki dan meregenerasi sel-sel kulit yang sehat.

Perangkat ini juga bisa menyebabkan kulit kering, kusam, dan kerutan karena hilangnya kolagen.

“Kolagen pada dasarnya seperti isian di kasur, jika kita menghilangkannya, kulit menjadi kendor seperti halnya kasur menjadi kempes,” kata Shergill.

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*