Daripada Ikut ‘Aliran’ Wahyu Kenzo, Mending Investasi di Sini

Wahyu Kenzo ditangkap polisi di Malang terkait kasus robot trading. (Tangkapan Layar Instagram @wahyukenzo88)

 Investasi bodong kok dipilih? Padahal ada banyak investasi legal yang menguntungkan dan aman.

Robot Trading yang ilegal seperti milik Crazy Rich’ Surabaya Wahyu Kenzo pemilik sekaligus founder Robot Trading Auto Trade Gold (ATG) itu telah meraup keuntungan sebesar Rp 9 triliun dari sekitar 25 ribu korban.  namun, keuntungan tersebut diperoleh di atas penderitaan masyarakat lain.

Berikut jenis investasi yang bisa dipilih selain Robot Trading ilegal:

1. Emas

Emas bisa dijadikan instrumen pilihan untuk taruh duit. Emas merupakan investasi populer dan tradisional. Emas bisa dipilih karena tingkat pengembalian jangka panjangnya cukup menguntungkan. Keuntungan emas dalam lima tahun terakhir mencapai CAGR 7,1% per tahun.

Saat ini emas bisa dibeli dengan mudah karena bisa dilakukan secara online. Ini bisa mengurangi risiko hilang atau tempat untuk menyimpan emas batangan.

2. Reksa Dana

Reksa Dana bisa dibilang sebagai investasi ‘palugada’ alias ‘apa lu mau gue ada‘. Sebab reksa dana menawarkan berbagai instrumen investasi dari yang berisiko rendah hingga tinggi dan dari instrumen yang cocok untuk jangka menengah hingga jangka panjang.

Ada reksa dana pasar uang yang memiliki risiko minim dan cocok untuk investasi di bawah 1 tahun. Kemudian, reksa dana pendapatan tetap atau obligasi yang cocok untuk investasi 1-3 tahun.

Reksa dana campuran yang cocok buat yang suka risiko sedang. Reksa dana ini bisa diinvestasikan untuk 3-5 tahun. Jika ingin lebih berisiko, bisa pilih reksa dana saham yang cocok untuk investasi jangka panjang atau di atas 5 tahun.

Returnyang bisa diraih di reksa dana beragam tergantung produk. Semakin minim risiko, return yang bisa diraih akan lebih kecil dibandingkan produk reksa dana yang tinggi risiko.

3. Saham

Saham adalah instrumen investasi yang memiliki risiko cukup tinggi dibandingkan dengan dua investasi di atas. Meski demikian tingkat pengembaliannya pun sebanding dengan risiko yang tinggi.

Untuk pemula, lebih baik memilih saham perusahaan besar yang memiliki kinerja bagus. Tipe saham ini adalah saham-saham bluechips yakni saham dengan kapitalisasi besar dan sebagai pemimpin di sektor. Tentunya dengan aspek fundamental yang tangguh.

Selain pengembalian yang didapatkan dari jual-beli, berinvestasi di saham juga menawarkan keuntungan dari pembagian dividen. Yakni hasil bagi laba bersih yang didapatkan perusahaan kepada investor.

4. Obligasi Ritel Negara

Satu lagi instrumen investasi yang bisa dipilih adalah obligasi ritel negara. Instrumen investasi tersebut memiliki risiko rendah karena milik Pemerintah Indonesia.

Meskipun memiliki risiko rendah, obligasi negara menawarkan bunga yang lebih tinggi dari deposito dan inflasi yakni 6%.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan melalui akun media sosialInstagram pada Selasa (10/1/2023) mengumumkan akan menerbitkan delapan seri SBR.

Berikut Jadwal Penerbitan SBR pada 2023:

1. Savings Bond Ritel (SBR) yang terdiri dari dua jenis berdasarkan jatuh tempo yakni SBR012-T2 (2 tahun) dan SBR012-T4 (4 tahun) ditawarkan pada 19 Januari hingga 9 Februari 2023.

2. Sukuk Ritel (SR) seri SR018 akan ditawarkan pada 3-29 Maret 2023.

3. Sukuk Tabungan (ST) seri ST010 akan ditawarkan pada 12-31 Mei 2023.

4. Sukuk Wakaf Ritel (CWLS) Ritel seri SWR004 akanditawarkan pada5-22 Juni 2023.

5. Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI017 akan ditawarkan pada 26 Juni hingga 20 Juli 2023.

6. Sukuk Ritel (SR) seri SR019 akan dilakukan pada 18 Agustus hingga 13 September 2023.

7. Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI024 pada 9 Oktober hingga 2 November 2023.

8. Sukuk Tabungan (ST) seri ST011 akan ditawarkan pada 3-29 November 2023

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*