Bukan Rusia, Negara Ini Ancam ‘Balas Dendam’ ke Ukraina

Serb women stand behind a flag as they protest following a governments' dispute between Kosovo and Serbia, in the Serb pre-dominant part of Mitrovica in Kosovo, on November 23, 2022. - The government in Pristina declared in November that around 10,000 Kosovo Serbs with licence plates issued by Serbia must replace them by April 2023 with plates issued by the Republic of Kosovo according to a gradual plan involving warnings, fines and eventually road bans. (Photo by Armend NIMANI / AFP)

Pemerintah Serbia mempertimbangkan kembali dukungannya bagi Ukraina yang sedang berperang dengan Rusia. Hal ini diakibatkan manuver Kyiv dalam forum Dewan Eropa yang ditentang oleh Beograd.
Manuver tersebut https://bet88jp.online/ terkait pemungutan suara untuk menerima Kosovo untuk bergabung dengan Dewan Eropa. Kosovo sendiri merupakan wilayah yang memisahkan dari Serbia pada 2008, meski masih terus diklaim Beograd sebagai bagian dari kedaulatannya.

Dalam pemungutan yang dilakukan Selasa (25/4/2023) itu, Ukraina memutuskan untuk abstain bersama empat negara lainnya yakni Bosnia dan Herzegovina, Yunani, Slovakia, dan Armenia. Di sisi lain, 33 negara mendukung usulan itu sementara tujuh menolaknya.

“Saya harus mengatakan bahwa Ukraina telah mengejutkan kami dengan tidak menyenangkan dengan berada di antara anggota yang abstain,” kata Menteri Luar Negeri Serbia Ivica Dacic, dikutipĀ Russia Today.

“Seluruh cerita ini didasarkan pada integritas teritorial terkait (konflik di) Ukraina. Anda tahu berapa banyak upaya yang diperlukan (Serbia) untuk memilih semua resolusi, untuk mengutuk pelanggaran integritas wilayah Ukraina.”

Diplomat itu menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri Serbia didasarkan pada timbal balik. Menurutnya, manuver itu dapat mempengaruhi pandangan Beograd atas integritas teritorial Ukraina dan empat negara lainnya yang abstain.

Serbia, yang memiliki hubungan dekat dengan Rusia, menolak tekanan Barat untuk memberikan sanksi kepada Moskow atas konflik di Ukraina. Namun, mereka mengutuk penggunaan kekuatan oleh Moskow dan bersikeras bahwa integritas teritorial negara Ukraina harus dihormati.

Sementara itu, lolosnya Kosovo ini dipuji oleh Menteri Luar Negeri negara itu, Donika Gervalla-Schwarz. Menurutnya, ini dapat menjadi landasan awal pengakuan internasional atas kemerdekaan Kosovo.

“Pemungutan suara itu menjadi langkah bersejarah, mungkin yang paling penting setelah kemerdekaan kita,” paparnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*