Aiptu Mahsin Didik Anak di Dompu yang Kecanduan Gadget Lewat Polisi Cilik

Ps Kaurmintu Satbinmas Polres Dompu, Polda Nusa Tenggara Barat, Aiptu Mahsin (43), diusulkan untuk Hoegeng Awards 2024 karena jasanya mendidik anak-anak agar tangkas baris-berbaris. Aiptu Mahsin mengemas program untuk anak-anak SD itu dengan program Polisi Cilik Polres Dompu.
Aiptu Mahsin diusulkan oleh sejumlah warga Kabupaten Dompu, salah satunya Yuliana (39) melalui formulir digital Hoegeng Awards 2024 di detikcom. Yuliana merupakan orang tua dari anak yang mengikuti kegiatan Polisi Cilik Polres Dompu ini. Berikut testimoninya:

Aiptu Mahsin membentuk Polisi Cilik Polres Dompu ini semenjak Tahun 2016 sampai dengan sekarang. Karena keprihatinannya kepada anak-anak yang ada di Kab. Dompu yang mana di era modern ini terutama perkembangan gadget yang kebanyakan anak-anak sekarang bermain game di HP yang berakibat tidak sedikit yang ketergantungan.

Berangkat dari itu Aiptu Mahsin mendapat ide membentuk wadah yang namanya Polisi Cilik Polres Dompu tujuannya untuk membentuk pendidikan karakter karena polisi cilik dibentuk dengan visi misi sebagai mitra kemasyarakatan, tidak hanya didik terampil baris-berbaris namun juga membentuk karakter anak-anak sejak dini yakni mendidik nilai-nilai moral anak, kedisiplinan diri pribadi, berbudi pekerti yang baik, mandiri, cerdas, sehat, tangkas, berkualitas serta patuh.

kemudian menghubungi Yuliana. Dua orang anak Yuliana mengikut kegiatan ini. Yuliana menyebut program Polisi Cilik Polres Dompu ini memberikan dampak yang positif untuk buah hatinya.

“Anak saya kemarin kebetulan juga salah satu dari personel Polisi Cilik angkatan 4 baru kemarin pembagian piagam, kebetulan sekarang anak saya yang kedua terpilih lagi untuk Pocil angkatan lima,” kata Yuliana kepada detikcom.

Yuliana menyebut anaknya yang duduk di kelas 4 dan 3 SD itu, diajarkan untuk baris-berbaris yang merupakan kegiatan utama Polisi Cilik. Para anak-anak itu akan latihan baris-berbaris selama 4 kali seminggu di sore hari. Selain itu, anak-anak juga diajarkan untuk disiplin.

Untuk mengikuti program ini, sang anak lebih dulu melakukan seleksi di sekolah hingga seleksi di Polres Dompu. Yuliana mengaku terjadi perubahan ke arah yang positif setelah dua anaknya mengikuti program Polisi Cilik ini.

“Memang saya lihat dari anak saya yang kemarin sebelum dia Polisi Cilik memang yang namanya zaman sekarang anak-anak ketagihan di HP, setelah kemarin masuk di Polisi Cilik, sampai detik ini dia keluar pun dia nggak terlalu sering pegang HP,” kata dia.

“Kalau saya lihat nggak ada dampak buruknya, dampak baik Alhamdulillah dapat semua, seperti tadinya manja udah nggak manja lagi, udah mandiri. Jadi anak-anak subuhnya juga jadwal bangunnya dia salat, semua dilatih, agama, semuanya, disiplin itu, semua di sana,” lanjutnya.

Yuliana menyebut Polisi Cilik yang diikuti oleh anaknya itu tampil pada HUT Provinsi NTB di Sumbawa pada 17 Desember 2023 lalu. Mereka menampilkan baris-berbaris di hadapan Gubernur NTB.

Selain itu, Yuliana juga mengungkap kesan dari anaknya saat dilatih oleh Aiptu Mahsin. Dia menyebut Aiptu Mahsin adalah sosok yang tegas dan mengedepankan kedisiplinan.

“Orangnya ndak pernah kasar sama anak-anak, tegas iya, benar-benar anak-anak disayang, katanya (anak saya). Memang kebersamaan kita sama Pak Mahsin itu dekat sekali kayak keluarga, nggak ada kita ini orang lain, nggak ada sama sekali sikapnya seperti itu, benar-benar dirangkul, waktu keluar kotapun kita benar-benar dirangkul, kebersamaannya memang luar biasa Abi Mahsin ini,” tutur Yuliana.

Yuliana menyebut Polisi Cilik ini dimulai sejak tahun 2016. Dia menyebut angkatan pertama Polisi Cilik ini ada yang telah menjadi polisi.

“Kebetulan di-share di grup kalau itu adalah polisi cilik angkatan satu yang sudah jadi polwan, polisi,” kata Yuliana.

Terpisah, Aiptu Mahsin mengungkap awal mula dia membuat Program Polisi Cilik Polres Dompu ini. Mahsin membuat program itu berdasarkan hobinya dengan paskibra dan seni baris-berbaris.

“Kalau Polisi Cilik ini bukan program resmi, istilahnya ekstrakulikuler dari kegiatan Polri ini, sebenarnya berawal dari hobi, kalau ndak hobi ndak jadi ini, karena banyak, menyangkut anggaran, menyangkut waktu, kalau orang yang ndak hobi ndak akan jadi dia,” kata Mahsin kepada detikcom.

Mahsin menyebut kegiatan utama Polisi Cilik ini adalah melatih anak SD untuk terampil baris-berbaris. Mereka akan dilatih selama 6 bulan. Kemudian, para Polisi Cilik ini akan tampil di di hari-hari besar seperti peringatan HUT Bhayangkara hingga HUT Provinsi NTB.

“Diajarkan untuk tangkas baris-berbaris, tapi selain itu kita tanamkan bagaimana dia disiplin, mandiri, sehat, terus nanti ke depannya besarnya bisa mereka ini jadi calon pemimpin masa dapat yang berkualitas, udah mempersiapkan dirinya dari kecil, tidak lemah dengan bermain HP, game kan bisa merusak saraf anak-anak itu, jadi supaya mereka tidak terpengaruh dengan HP,” kata Mahsin.

Angkatan pertama Polisi Cilik ini dimulai pada tahun 2016. Pada tahun 2024 ini, Polisi Cilik Polres Dompu telah memasuki angkatan ke-5. Program ini sempat terhenti pada saat pandemi COVID-19 dan mulai dijalankan kembali tahun 2022. Mahsin melatih anak-anak Polisi Cilik ini melakukan baris-berbaris di halaman Polres Dompu.

“Dulu awalnya tidak ada (anggaran), jadi saya dulu merintis dari nol 2016 itu, jadi saya ajak orang tuanya, jadi yang membiayai itu orang tuanya, dari pakaian dan sebagainya, dari Polres belum ada anggarannya, ada sebagian bantuan dari Bapak Kapolres uang pribadinya beliau kalau pas tampil,” sebut Nahsim.

Pada tahun 2022, Mahsin berkoordinasi dengan bagian perencanaan di Polres Dompu. Dia mengajukan hingga diberikan anggaran untuk program Polisi Cilik ini Rp 50 juta per tahun.

“Dulunya awalnya tidak ada anggaran, baru-baru ini 2022 itu baru kita saya berkoordinasi dengan bagian perencanaan Polri jadi alhamdulillah dapat anggaran, dapat Rp 50 juta satu tahunnya, terus kita minta bantuan dari Pemda, Alhamdulillah dapat bantuan,” katanya.

Pada awalnya, sebanyak 30 anak SD di seluruh Kabupaten Dompu dilibatkan dalam program Polisi Cilik ini. Namun karena antusias para siswa, bertambah menjadi 66 orang per angkatan.

“Saya ambil sekarang ini sudah 3 angkatan ini 66 anak. Jadi karena senang orang tuanya juga bisa mengurangi pegang HP dan sebagainya,” tutur Mahsin.

Para Polisi Cilik yang telah dilatih baris-berbaris ini akan tampil di event di tingkat Kabupaten Dompu hingga provinsi NTB. Pada tahun 2023 lalu, para Polisi Cilik ini tampil di pembukaan World Superbike (WSBK) Mandalika 2023.

“Ada kegiatan keluar daerah seperti berapa event 2022 itu di provinsi, kita dapat undangan di provinsi HUT NTB, kemarin WSBK, event internasional itu kita dapat diundang. Kemarin kita 1 Juli ke provinsi juga Hari Bhayangkara diundang sama Polda NTB,” ucap Mahsin.

Selain tampil di event-event, para Polisi Cilik ini juga berperan untuk sekolahnya dalam hal baris-berbaris. Mereka diharapkan menjadi petugas upacara di sekolah.

“Setelah mereka ini sudah jadi mereka kan guru-guru juga senang juga, bisa dipakai sama gurunya jadi petugas upacara, jadi bapak ibu gurunya senang, mereka ini sudah siap pakai, terus nanti SMP dia bisa jadi Patroli Keamanan Sekolah (PKS), besar nanti SMA jadi calon paskibra, tamat SMA bisa jadi tentara, polisi dan guru dan lain sebagainya,” katanya.

Aiptu Mahsin melatih anak-anak ini pada sore hari di luar jam dinasnya. Dia merasa terpanggil untuk mendidik anak sejak dini. Mahsin sendiri mengaku senang ketika bisa berinteraksi dengan anak-anak.

“Anak SD ini kita ambil itu selain untuk mendidik disiplin dari usia dini, juga anak-anak kecil ini kita lihat itu senang kita lihat, kecil sudah bisa bergerak, terambil gitu, jadi itu awalnya. Ya gampang-gampang susah ngurus anak-anak ini, karena usia mereka senang bermain,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*